Friday, August 14, 2015

jujur

"Yakin?"

Itulah pertanyaan yang ingin kuajukan padamu

Seberapa yakin kau ingin membohongi perasaanmu sendiri?

Masih kuatkah?

Bertahan sajalah

Tapi, sampai kapan?

Sampai kau terluka untuk ke sekian kali?

Tidakkah kau ingin jujur saja?

Entahlah

Aku tak bisa memastikan

Tapi aku yakin

Bahwa kau sedang membohongi hatimu

Membuali hati dan berkata

"Bukan dia yang kucinta"



Dusta.

Monday, August 3, 2015

hati

Jangan bohongi hatimu

Semakin lama kau menyangkal

Semakin kuat rasa itu berada

Diam

Malam ini

Aku hanya ingin sendiri

Meniti semua kejadian hari ini

Apa yang salah?

Apa aku bertindak diluar kehendak?

Apa aku melampaui batas?

Pikiranku sedang beradu dengan hati

Katanya, mampu

Katanya, sanggup

Tapi kenyatannya, nol besar

Aku ingin lari

Menjauh dari segalanya

Lepas dari rantai yang mengekang erat

Aku ingin berseru

Kepada langit yang diam sunyi

Bahwa aku ingin sendiri

Bebas

Lepas

Thursday, July 30, 2015

untitled

Aku tak mau berharap banyak padamu


Mungkin menyerah pada perasaan ini


Memang jalan yang terbaik

Saturday, July 25, 2015

Kuterbangkan Harap

Mungkin harap ini akan tetap menjadi harap

Yang tidak akan melambung tinggi

Namun mengudara,

Lepas

Entah kemana, tak ada yang tahu

Bukan ke tempat yang ingin ditujunya


Sudahlah

Mungkin memang begitulah nasibnya

Terlalu berharap akan menyisakan kecewa

Lagipula

Masih banyak tanah untuk aku berpijak

Masih ada langit yang siap kupandangi tiap malam

Masih ada beribu ingin yang kuhempaskan dalam doa

Dan ada aku yang berhenti mengharapkanmu,

beserta sisa-sisa rindu itu


Tetaplah berjalan

Masing-masing dari kita

Jika Tuhan masih menyisakan kesempatan untuk kita

Ambilah

Aku yakin, pilihan Tuhan tidak ada yang sia-sia.

Tuesday, July 7, 2015

Tanda Cinta




Tanda Cinta.

Orang yang mencintaimu tak kan pernah mengajakmu untuk melakukan dosa.

Orang yang mencintaimu tak kan pernah mengotori tangannya padamu.

Orang yang mencintaimu tak kan pernah meniti jalan yang salah bersamamu.

Orang yang mencintaimu tak kan pernah menunjukan arah ke jurang nista.

Orang yang mencintaimu tak kan mengahncurkan kemuliaanmu.

Orang yang mencintaimu tak kan membuatmu menjadi murahan.

Orang yang mencintaimu tak kan pernah membuat hatimu hancur.

Orang yang mencintaimu tak kan membuat hidupmu berantakan.

Karena orang yang mencintaimu akan menjemput hatimu dengan cara sebagaimana cinta itu diciptakan.

Sumber @ayhumaeni

Thursday, July 2, 2015

Promises Promises

Setelah bertahun tahun lamanya, takdir mempertemukan kau dan aku lagi.

Berdiri,berhadap-hadapan, dan sama-sama bingung memulai percakapan.

Harusnya, Apa kabar?  dan Aku selalu memikirkanmu bisa dengan mudah meluncur dari bibir kita.

Tapi, kau bergeming di tempatmu berdiri dan aku tak akan mengizinkan kau melihatku meneteskan air mata rindu.

Aku menutup rapat-rapat hati dan menyembunyikan kuncinya sejauh mungkin darimu.

Tak ingin kau menyentuhmu semudah itu.

Tak akan membiarkanmu memelukku seerat dulu


Kulawan semua godaan yang menghampirku dan ingin pergi jauh-jauh darimu.

Meskipun yang kulakukan justru menahanmu disisiku lebih lama lagi.

Kkatakan sudah berhenti memikirkanmu, tetapi aku sendiri ragu akan hal itu.


Aku benci tak jujur padamu.

Nmun lebih khawatir kau akan membuatku jatuh cinta untuk kedua kali.


Membuatku jatuh dan terluka lagi...

You're My Sunshine

Dengarkan ini baik-baik,

karena aku tak yakin bisa mengatakannya lagi tanpa merasa malu.


Dibandingkan yang lainnya,

kesan pertamamu terlalu biasa.

Aku meremehkanmu saat pertama kali berjumpa di bawah naungan payung langit.

Tak ada yang istimewa.


Tapi belakangan..

Akupun menyadari ternyata lebih daripada itu.

Berpisah setelah terlalu terbiasa denganmu adalah sebuah siksaan.

Skelebat memori tentangmu saja sudah terlalu menyakitiku.

Ternyata, tanpamu aku tak bisa melihat warna.

Tanpa dirimu, hatiku menggigil tanpa hangatnya cinta.


Sekarang, giliranmu untuk menjawab:

seperti apakah artiku untukmu?

Pandangan Pertama

Kau persembahkan matahari,

di saat hidupku terasa gelap.

Kau melukis senyuman,

disaat aku hampir menangis.

'Apakah kau yang kucari?

Apakah aku yang kau inginkan?'

Aku ingin membahagiakanmu,

seperti kau selalu membahagiakanku.

Aku ingin mencintaimu,

sebesar perasaanmu padaku.

'Apakah kau mau?

Atau haruskah aku menunggu dulu?'

Till We Meet Again

Saat pertama kali aku melihat dia hari itu,

Aku sudah berbohong beberapa kali.

Aku bilang, senyumannya, waktu itu tak akan berarti apa-apa.

Aku bilang, gempa kecil dalam perutku hanya lapar biasa.

Padahal aku sendiri tahu, sebenarnya aku mengenang dirinya sepanjang waktu.

Karena dia, aku jadi ingin mengulang waktu.


Dan suatu hari, kami bertemu lagi.

Disaat yang berbeda, tetapi tetap dengan perasaan yang sama.

Perasaanku melayang ke langit ke tujuh

Karena bertemu lagi dengan dirinya

Jantungku beredetak lebih cepat seolah hendak meledak.

Ketika aku berada di dekatnya, aku menggigit bibir bawahku, diam-diam membatin,

"Ah, ini bakal jadi masalah. Sepertinya, aku benar-benar jatuh cinta kepadamu"


Apakah aku bisa sedetik saja berhenti memikirkan dirinya?

Aku tak tahu harus berbuat apa.

Aku jatuh cinta, tetapi ragu untuk menyatakannya.

Sweet Nothings

Aku menyukaimu.

Aku membencimu.

Aku tak bisa menerima setiap perubahan yang terjadi dalam diriku saat bertemu denganmu,

Tapi kau seperti air,

mengalir begitu saja di dalam hidupku.

Dan sebentar saja, kau sudah menjadi bagian yang tak bisa kusisihkan dari hari-hariku.

Sebagian dariku tak siap tunduk begitu saja dibawah pesonamu.

Dan niatmu menyaru bersama senyuman dan tenang sikapmu.

Kau membiarkan aku menebak-nebak ke mana kau akan membawa hubungan ini.

Aku bertanya-tanya, dan tak bisa berhenti menyipit curiga ke arahmu.


Sampai suatu saat, kau membuka rahasia hatimu.


Kau ingin menggantikannya, dia yang sudah meninggalkanku/

Kau bilang lagi, bisa mencintaiku seperti yang aku mau.

Aku mendengus, menahan diri supaya tidak tertawa.

Betapa tidak, kau baru saja mengatakan hal yang tak masuk akal.


Cintalah yang melukaiku dulu,

Bagaimana mungkin kau bisa meyakinkanku bahwa kali ini cinta jugalah yang akan menyelamatkanku dari kesepian ini?

Catatan Musim

Aku tak ingin menganggapnya sebagai cerita paling sia sia.

Anggap saja ini adalah lembar penutup catatan senja.

Berpita manis seperti boneka berdasi yang terlukis di cangkir teh kita.

Mungkin kau hanya bunga trambesi yang datang dari masa perbungaan raya.

Menyinggahi penghujanku yang menderas memenuhi janji kemaraunya.

Kau hanya setitik diantara ribuan tetes,

seserpih diantara hamparan es,

sepucuk yang baru bersemi menemani embun dini tadi.

Sedangkan aku, terus menjadi musim yang berlari disayap waktu;

menerka isi hatimu, menantinya terbuka untukku.

Musim akan tetap bergulir,

dan aku terus menunggumu hadir meski harus menjemput ke belahan bumi yang lain.

Wednesday, July 1, 2015

kamu #6

Di sepanjang jalan ini

Aku masih berharap kehadiranmu

Menyapa diujung jalan

Sekilaspun tak apa

Aku tau, ada jarak yang terlampau jauh

Tapi aku tak menanggap mustahil untuk pertemuan kita

Aku akan tetap menunggu disini

Mungkin begini rasanya insan yang sedang merindu

Harapannya cuma satu

Yaitu, bertemu

Aku tak akan menyerah pada perasaan ini

Karena, baru kurasakan jatuh cinta pada seseorang dan tidak memandang apapun darinya

Murni, kuharap

Dan semoga akan tetap kekal perasaan ini

Karena kamu, inginku.

Friday, June 26, 2015

kamu #5

Hai kamu.

Yang menjadi masa depanku

Yang mendampingiku dikala aku rapuh

Yang membimbingku dikala aku salah mengambil langkah

Apa kabarmu?

Aku merindukanmu.

Aku ingin memelukmu, dalam rinduku

Tapi aku sudah berpesan pada Tuhan untuk menyampaikan rinduku ini melalui doa yang kupanjatkan untukmu

Bisa kau rasakan itu?

Seperti melihat senja di sore hari

Ditemani dengan secangkir kopi

Sehangat itu rinduku

Aku ingin bertanya padamu

Bisakah kau berjanji, dalam diammu

Untuk tetap mencintaiku?

Untuk tetap berada di sampingku?

Untuk tetap mendampingiku?

Karena sepanjang waktu

Yang aku butuhkan hanya kamu

Oya, satu lagi,

Jadilah masa depanku.

kamu #4

Jika kamu yang memang Tuhan pilihkan untuk hati ini berlabuh

Tolong yakinkan aku

Untuk tidak goyah dalam pendirianku

Untuk tetap mencintaimu dalam diamku

Untuk tetap mendoakanmu dimalam sepi

Meminta kepada Tuhan akan pintaku yang berjuta tentangmu

Jika Tuhan izinkan

Persatukan kami dalam cara yang disukai-Nya

Aku akan tetap mendoakanmu

Sepanjang kau yakinkan aku, bahwa kau mampu

Yakinkan aku sekali lagi

Bahwa aku jatuh cinta pada orang yang benar

Bahwa aku menaruh hati

Bahwa aku mengirimkan rindu

Hanya untukmu

Aku selalu berdoa pada Tuhan,

Tolong jatuh cintakan aku pada orang yang mencintaiku dengan tulus

Yang kuharap itu kamu.

Monday, June 15, 2015

Aku Merindukanmu

Mungkin malam adalah saat yang tepat untuk merindu
Mengulang cerita hari itu dalam pikiran
Dari suka hingga duka

Yang kuingat adalah saat bersamamu
Seperti mimpi kemarin malam
Lepas begitu saja
Tapi masih kuingat jelas 

Apa kabarmu? 
Andai saja jarak tidak jadi masalah untuk dapat bertemu
Aku akan berkunjung
Tapi apa daya, jarak terlalu membentang jauh
Tak hanya bisa diraih dalam sejengkal

Aku merindukanmu
Itu saja yang bisa kuungkapkan
Seperti biasa, aku hanya bisa menggenggammu lewat doa
Kutitipkan sepucuk rindu untukmu
Semoga doaku sampai kepadamu

Karena aku merindukanmu

Saturday, June 6, 2015

kamu #3

Malam ini aku bermimpi tentangmu kembali

Akhir-akhir ini, sosokmu seringkali hadir dalam benak mimpi

Kita menghabiskan senja bersama

Dengan segala kenyamanan, aku duduk disampingmu

Kamu berkata, "jangan tinggalkan aku"

Aku tersenyum dan mengangguk

Aku tahu, tidak ada yang mustahil

Termasuk memilikimu

Yakinlah, kita berada pada jalur yang sama

Aku butuh keyakinanmu 

Kemudian, bunyi alarm mengusikku dari lelapku bersamamu

Semoga bisa kuperpanjang mimpi itu denganmu 

Atau lebih baik

Tidak usah bermimpi

Tapi menjadi nyata.

Friday, June 5, 2015

kamu #2

Akhir akhir ini aku mengingat bahwa ada hal yang terus mengusikku

Bukan, bukan mengangguku

Tapi, lebih kepada menyita perhatianku

Yaitu kamu

Dan mimpi itu

Kamu mengajukan permintaan untuk menikahiku

Untuk hidup bersamaku

Sesederhana itu, mimpiku

Dan aku menyetujuinya

Dalam diam, aku meng-aamiinkan setiap apa mimpi bercerita

Aku dapat mengingat semuanya, seperti roll film yang dapat diputar kapan saja

Aku ingin, tak sekedar menjadi bunga tidur saja

Tapi bunga nyata

Semoga Tuhan mendengar semua harapku dan doaku


Kamu, aku menunggumu.

kamu

Awalnya aku acuh pada dirimu

Semakin lama, ada yang berbeda dari diriku

Aku merasa jatuh cinta lagi, setelah lama ku tak merasa

Malam itu kita berbicara banyak hal

Aku merasa nyaman, selayaknya dua insan yang sudah lama mengenal

Aku meminta izin pada hatiku

Untuk bisa jatuh cinta lagi

Dan aku berdoa

Untuk dirimu, dan diriku

Biar Tuhan dan aku saja yang tahu

Dengan siapa aku jatuh cinta

Aku ingin menikmati rasa ini sendiri dahulu

Dan aku harap

Semoga Tuhan menyampaikan salamku padamu

Untuk kita terus bisa bersama

Dalam wadah waktu yang terus berputar

Dalam anganku yang tak kunjung habis

Dan cintaku yang kuharap tak akan sia-sia

Sebab, mempertahankan rasa tak semudah memulai rasa.