Hai kamu.
Yang menjadi masa depanku
Yang mendampingiku dikala aku rapuh
Yang membimbingku dikala aku salah mengambil langkah
Apa kabarmu?
Aku merindukanmu.
Aku ingin memelukmu, dalam rinduku
Tapi aku sudah berpesan pada Tuhan untuk menyampaikan rinduku ini melalui doa yang kupanjatkan untukmu
Bisa kau rasakan itu?
Seperti melihat senja di sore hari
Ditemani dengan secangkir kopi
Sehangat itu rinduku
Aku ingin bertanya padamu
Bisakah kau berjanji, dalam diammu
Untuk tetap mencintaiku?
Untuk tetap berada di sampingku?
Untuk tetap mendampingiku?
Karena sepanjang waktu
Yang aku butuhkan hanya kamu
Oya, satu lagi,
Jadilah masa depanku.
Friday, June 26, 2015
kamu #4
Jika kamu yang memang Tuhan pilihkan untuk hati ini berlabuh
Tolong yakinkan aku
Untuk tidak goyah dalam pendirianku
Untuk tetap mencintaimu dalam diamku
Untuk tetap mendoakanmu dimalam sepi
Meminta kepada Tuhan akan pintaku yang berjuta tentangmu
Jika Tuhan izinkan
Persatukan kami dalam cara yang disukai-Nya
Aku akan tetap mendoakanmu
Sepanjang kau yakinkan aku, bahwa kau mampu
Yakinkan aku sekali lagi
Bahwa aku jatuh cinta pada orang yang benar
Bahwa aku menaruh hati
Bahwa aku mengirimkan rindu
Hanya untukmu
Aku selalu berdoa pada Tuhan,
Tolong jatuh cintakan aku pada orang yang mencintaiku dengan tulus
Yang kuharap itu kamu.
Tolong yakinkan aku
Untuk tidak goyah dalam pendirianku
Untuk tetap mencintaimu dalam diamku
Untuk tetap mendoakanmu dimalam sepi
Meminta kepada Tuhan akan pintaku yang berjuta tentangmu
Jika Tuhan izinkan
Persatukan kami dalam cara yang disukai-Nya
Aku akan tetap mendoakanmu
Sepanjang kau yakinkan aku, bahwa kau mampu
Yakinkan aku sekali lagi
Bahwa aku jatuh cinta pada orang yang benar
Bahwa aku menaruh hati
Bahwa aku mengirimkan rindu
Hanya untukmu
Aku selalu berdoa pada Tuhan,
Tolong jatuh cintakan aku pada orang yang mencintaiku dengan tulus
Yang kuharap itu kamu.
Monday, June 15, 2015
Aku Merindukanmu
Mungkin malam adalah saat yang tepat untuk merindu
Mengulang cerita hari itu dalam pikiran
Dari suka hingga duka
Yang kuingat adalah saat bersamamu
Seperti mimpi kemarin malam
Lepas begitu saja
Tapi masih kuingat jelas
Apa kabarmu?
Andai saja jarak tidak jadi masalah untuk dapat bertemu
Aku akan berkunjung
Tapi apa daya, jarak terlalu membentang jauh
Tak hanya bisa diraih dalam sejengkal
Aku merindukanmu
Itu saja yang bisa kuungkapkan
Seperti biasa, aku hanya bisa menggenggammu lewat doa
Kutitipkan sepucuk rindu untukmu
Semoga doaku sampai kepadamu
Karena aku merindukanmu
Saturday, June 6, 2015
kamu #3
Malam ini aku bermimpi tentangmu kembali
Akhir-akhir ini, sosokmu seringkali hadir dalam benak mimpi
Kita menghabiskan senja bersama
Dengan segala kenyamanan, aku duduk disampingmu
Kamu berkata, "jangan tinggalkan aku"
Aku tersenyum dan mengangguk
Aku tahu, tidak ada yang mustahil
Termasuk memilikimu
Yakinlah, kita berada pada jalur yang sama
Aku butuh keyakinanmu
Kemudian, bunyi alarm mengusikku dari lelapku bersamamu
Semoga bisa kuperpanjang mimpi itu denganmu
Atau lebih baik
Tidak usah bermimpi
Tapi menjadi nyata.
Akhir-akhir ini, sosokmu seringkali hadir dalam benak mimpi
Kita menghabiskan senja bersama
Dengan segala kenyamanan, aku duduk disampingmu
Kamu berkata, "jangan tinggalkan aku"
Aku tersenyum dan mengangguk
Aku tahu, tidak ada yang mustahil
Termasuk memilikimu
Yakinlah, kita berada pada jalur yang sama
Aku butuh keyakinanmu
Kemudian, bunyi alarm mengusikku dari lelapku bersamamu
Semoga bisa kuperpanjang mimpi itu denganmu
Atau lebih baik
Tidak usah bermimpi
Tapi menjadi nyata.
Friday, June 5, 2015
kamu #2
Akhir akhir ini aku mengingat bahwa ada hal yang terus mengusikku
Bukan, bukan mengangguku
Tapi, lebih kepada menyita perhatianku
Yaitu kamu
Dan mimpi itu
Kamu mengajukan permintaan untuk menikahiku
Untuk hidup bersamaku
Sesederhana itu, mimpiku
Dan aku menyetujuinya
Dalam diam, aku meng-aamiinkan setiap apa mimpi bercerita
Aku dapat mengingat semuanya, seperti roll film yang dapat diputar kapan saja
Aku ingin, tak sekedar menjadi bunga tidur saja
Tapi bunga nyata
Semoga Tuhan mendengar semua harapku dan doaku
Kamu, aku menunggumu.
Bukan, bukan mengangguku
Tapi, lebih kepada menyita perhatianku
Yaitu kamu
Dan mimpi itu
Kamu mengajukan permintaan untuk menikahiku
Untuk hidup bersamaku
Sesederhana itu, mimpiku
Dan aku menyetujuinya
Dalam diam, aku meng-aamiinkan setiap apa mimpi bercerita
Aku dapat mengingat semuanya, seperti roll film yang dapat diputar kapan saja
Aku ingin, tak sekedar menjadi bunga tidur saja
Tapi bunga nyata
Semoga Tuhan mendengar semua harapku dan doaku
Kamu, aku menunggumu.
kamu
Awalnya aku acuh pada dirimu
Semakin lama, ada yang berbeda dari diriku
Aku merasa jatuh cinta lagi, setelah lama ku tak merasa
Malam itu kita berbicara banyak hal
Aku merasa nyaman, selayaknya dua insan yang sudah lama mengenal
Aku meminta izin pada hatiku
Untuk bisa jatuh cinta lagi
Dan aku berdoa
Untuk dirimu, dan diriku
Biar Tuhan dan aku saja yang tahu
Dengan siapa aku jatuh cinta
Aku ingin menikmati rasa ini sendiri dahulu
Dan aku harap
Semoga Tuhan menyampaikan salamku padamu
Untuk kita terus bisa bersama
Dalam wadah waktu yang terus berputar
Dalam anganku yang tak kunjung habis
Dan cintaku yang kuharap tak akan sia-sia
Sebab, mempertahankan rasa tak semudah memulai rasa.
Semakin lama, ada yang berbeda dari diriku
Aku merasa jatuh cinta lagi, setelah lama ku tak merasa
Malam itu kita berbicara banyak hal
Aku merasa nyaman, selayaknya dua insan yang sudah lama mengenal
Aku meminta izin pada hatiku
Untuk bisa jatuh cinta lagi
Dan aku berdoa
Untuk dirimu, dan diriku
Biar Tuhan dan aku saja yang tahu
Dengan siapa aku jatuh cinta
Aku ingin menikmati rasa ini sendiri dahulu
Dan aku harap
Semoga Tuhan menyampaikan salamku padamu
Untuk kita terus bisa bersama
Dalam wadah waktu yang terus berputar
Dalam anganku yang tak kunjung habis
Dan cintaku yang kuharap tak akan sia-sia
Sebab, mempertahankan rasa tak semudah memulai rasa.
Subscribe to:
Comments (Atom)