Akhir akhir ini aku mengingat bahwa ada hal yang terus mengusikku
Bukan, bukan mengangguku
Tapi, lebih kepada menyita perhatianku
Yaitu kamu
Dan mimpi itu
Kamu mengajukan permintaan untuk menikahiku
Untuk hidup bersamaku
Sesederhana itu, mimpiku
Dan aku menyetujuinya
Dalam diam, aku meng-aamiinkan setiap apa mimpi bercerita
Aku dapat mengingat semuanya, seperti roll film yang dapat diputar kapan saja
Aku ingin, tak sekedar menjadi bunga tidur saja
Tapi bunga nyata
Semoga Tuhan mendengar semua harapku dan doaku
Kamu, aku menunggumu.
No comments:
Post a Comment