Aku tak mau berharap banyak padamu
Mungkin menyerah pada perasaan ini
Memang jalan yang terbaik
Thursday, July 30, 2015
Saturday, July 25, 2015
Kuterbangkan Harap
Mungkin harap ini akan tetap menjadi harap
Yang tidak akan melambung tinggi
Namun mengudara,
Lepas
Entah kemana, tak ada yang tahu
Bukan ke tempat yang ingin ditujunya
Sudahlah
Mungkin memang begitulah nasibnya
Terlalu berharap akan menyisakan kecewa
Lagipula
Masih banyak tanah untuk aku berpijak
Masih ada langit yang siap kupandangi tiap malam
Masih ada beribu ingin yang kuhempaskan dalam doa
Dan ada aku yang berhenti mengharapkanmu,
beserta sisa-sisa rindu itu
Tetaplah berjalan
Masing-masing dari kita
Jika Tuhan masih menyisakan kesempatan untuk kita
Ambilah
Aku yakin, pilihan Tuhan tidak ada yang sia-sia.
Yang tidak akan melambung tinggi
Namun mengudara,
Lepas
Entah kemana, tak ada yang tahu
Bukan ke tempat yang ingin ditujunya
Sudahlah
Mungkin memang begitulah nasibnya
Terlalu berharap akan menyisakan kecewa
Lagipula
Masih banyak tanah untuk aku berpijak
Masih ada langit yang siap kupandangi tiap malam
Masih ada beribu ingin yang kuhempaskan dalam doa
Dan ada aku yang berhenti mengharapkanmu,
beserta sisa-sisa rindu itu
Tetaplah berjalan
Masing-masing dari kita
Jika Tuhan masih menyisakan kesempatan untuk kita
Ambilah
Aku yakin, pilihan Tuhan tidak ada yang sia-sia.
Tuesday, July 7, 2015
Tanda Cinta
Tanda Cinta.
Orang yang mencintaimu tak kan pernah mengajakmu untuk melakukan dosa.
Orang yang mencintaimu tak kan pernah mengotori tangannya padamu.
Orang yang mencintaimu tak kan pernah meniti jalan yang salah bersamamu.
Orang yang mencintaimu tak kan pernah menunjukan arah ke jurang nista.
Orang yang mencintaimu tak kan mengahncurkan kemuliaanmu.
Orang yang mencintaimu tak kan membuatmu menjadi murahan.
Orang yang mencintaimu tak kan pernah membuat hatimu hancur.
Orang yang mencintaimu tak kan membuat hidupmu berantakan.
Karena orang yang mencintaimu akan menjemput hatimu dengan cara sebagaimana cinta itu diciptakan.
Sumber @ayhumaeni
Thursday, July 2, 2015
Promises Promises
Setelah bertahun tahun lamanya, takdir mempertemukan kau dan aku lagi.
Berdiri,berhadap-hadapan, dan sama-sama bingung memulai percakapan.
Harusnya, Apa kabar? dan Aku selalu memikirkanmu bisa dengan mudah meluncur dari bibir kita.
Tapi, kau bergeming di tempatmu berdiri dan aku tak akan mengizinkan kau melihatku meneteskan air mata rindu.
Aku menutup rapat-rapat hati dan menyembunyikan kuncinya sejauh mungkin darimu.
Tak ingin kau menyentuhmu semudah itu.
Tak akan membiarkanmu memelukku seerat dulu
Kulawan semua godaan yang menghampirku dan ingin pergi jauh-jauh darimu.
Meskipun yang kulakukan justru menahanmu disisiku lebih lama lagi.
Kkatakan sudah berhenti memikirkanmu, tetapi aku sendiri ragu akan hal itu.
Aku benci tak jujur padamu.
Nmun lebih khawatir kau akan membuatku jatuh cinta untuk kedua kali.
Membuatku jatuh dan terluka lagi...
Berdiri,berhadap-hadapan, dan sama-sama bingung memulai percakapan.
Harusnya, Apa kabar? dan Aku selalu memikirkanmu bisa dengan mudah meluncur dari bibir kita.
Tapi, kau bergeming di tempatmu berdiri dan aku tak akan mengizinkan kau melihatku meneteskan air mata rindu.
Aku menutup rapat-rapat hati dan menyembunyikan kuncinya sejauh mungkin darimu.
Tak ingin kau menyentuhmu semudah itu.
Tak akan membiarkanmu memelukku seerat dulu
Kulawan semua godaan yang menghampirku dan ingin pergi jauh-jauh darimu.
Meskipun yang kulakukan justru menahanmu disisiku lebih lama lagi.
Kkatakan sudah berhenti memikirkanmu, tetapi aku sendiri ragu akan hal itu.
Aku benci tak jujur padamu.
Nmun lebih khawatir kau akan membuatku jatuh cinta untuk kedua kali.
Membuatku jatuh dan terluka lagi...
You're My Sunshine
Dengarkan ini baik-baik,
karena aku tak yakin bisa mengatakannya lagi tanpa merasa malu.
Dibandingkan yang lainnya,
kesan pertamamu terlalu biasa.
Aku meremehkanmu saat pertama kali berjumpa di bawah naungan payung langit.
Tak ada yang istimewa.
Tapi belakangan..
Akupun menyadari ternyata lebih daripada itu.
Berpisah setelah terlalu terbiasa denganmu adalah sebuah siksaan.
Skelebat memori tentangmu saja sudah terlalu menyakitiku.
Ternyata, tanpamu aku tak bisa melihat warna.
Tanpa dirimu, hatiku menggigil tanpa hangatnya cinta.
Sekarang, giliranmu untuk menjawab:
seperti apakah artiku untukmu?
karena aku tak yakin bisa mengatakannya lagi tanpa merasa malu.
Dibandingkan yang lainnya,
kesan pertamamu terlalu biasa.
Aku meremehkanmu saat pertama kali berjumpa di bawah naungan payung langit.
Tak ada yang istimewa.
Tapi belakangan..
Akupun menyadari ternyata lebih daripada itu.
Berpisah setelah terlalu terbiasa denganmu adalah sebuah siksaan.
Skelebat memori tentangmu saja sudah terlalu menyakitiku.
Ternyata, tanpamu aku tak bisa melihat warna.
Tanpa dirimu, hatiku menggigil tanpa hangatnya cinta.
Sekarang, giliranmu untuk menjawab:
seperti apakah artiku untukmu?
Pandangan Pertama
Kau persembahkan matahari,
di saat hidupku terasa gelap.
Kau melukis senyuman,
disaat aku hampir menangis.
'Apakah kau yang kucari?
Apakah aku yang kau inginkan?'
Aku ingin membahagiakanmu,
seperti kau selalu membahagiakanku.
Aku ingin mencintaimu,
sebesar perasaanmu padaku.
'Apakah kau mau?
Atau haruskah aku menunggu dulu?'
di saat hidupku terasa gelap.
Kau melukis senyuman,
disaat aku hampir menangis.
'Apakah kau yang kucari?
Apakah aku yang kau inginkan?'
Aku ingin membahagiakanmu,
seperti kau selalu membahagiakanku.
Aku ingin mencintaimu,
sebesar perasaanmu padaku.
'Apakah kau mau?
Atau haruskah aku menunggu dulu?'
Till We Meet Again
Saat pertama kali aku melihat dia hari itu,
Aku sudah berbohong beberapa kali.
Aku bilang, senyumannya, waktu itu tak akan berarti apa-apa.
Aku bilang, gempa kecil dalam perutku hanya lapar biasa.
Padahal aku sendiri tahu, sebenarnya aku mengenang dirinya sepanjang waktu.
Karena dia, aku jadi ingin mengulang waktu.
Dan suatu hari, kami bertemu lagi.
Disaat yang berbeda, tetapi tetap dengan perasaan yang sama.
Perasaanku melayang ke langit ke tujuh
Karena bertemu lagi dengan dirinya
Jantungku beredetak lebih cepat seolah hendak meledak.
Ketika aku berada di dekatnya, aku menggigit bibir bawahku, diam-diam membatin,
"Ah, ini bakal jadi masalah. Sepertinya, aku benar-benar jatuh cinta kepadamu"
Apakah aku bisa sedetik saja berhenti memikirkan dirinya?
Aku tak tahu harus berbuat apa.
Aku jatuh cinta, tetapi ragu untuk menyatakannya.
Aku sudah berbohong beberapa kali.
Aku bilang, senyumannya, waktu itu tak akan berarti apa-apa.
Aku bilang, gempa kecil dalam perutku hanya lapar biasa.
Padahal aku sendiri tahu, sebenarnya aku mengenang dirinya sepanjang waktu.
Karena dia, aku jadi ingin mengulang waktu.
Dan suatu hari, kami bertemu lagi.
Disaat yang berbeda, tetapi tetap dengan perasaan yang sama.
Perasaanku melayang ke langit ke tujuh
Karena bertemu lagi dengan dirinya
Jantungku beredetak lebih cepat seolah hendak meledak.
Ketika aku berada di dekatnya, aku menggigit bibir bawahku, diam-diam membatin,
"Ah, ini bakal jadi masalah. Sepertinya, aku benar-benar jatuh cinta kepadamu"
Apakah aku bisa sedetik saja berhenti memikirkan dirinya?
Aku tak tahu harus berbuat apa.
Aku jatuh cinta, tetapi ragu untuk menyatakannya.
Sweet Nothings
Aku menyukaimu.
Aku membencimu.
Aku tak bisa menerima setiap perubahan yang terjadi dalam diriku saat bertemu denganmu,
Tapi kau seperti air,
mengalir begitu saja di dalam hidupku.
Dan sebentar saja, kau sudah menjadi bagian yang tak bisa kusisihkan dari hari-hariku.
Sebagian dariku tak siap tunduk begitu saja dibawah pesonamu.
Dan niatmu menyaru bersama senyuman dan tenang sikapmu.
Kau membiarkan aku menebak-nebak ke mana kau akan membawa hubungan ini.
Aku bertanya-tanya, dan tak bisa berhenti menyipit curiga ke arahmu.
Sampai suatu saat, kau membuka rahasia hatimu.
Kau ingin menggantikannya, dia yang sudah meninggalkanku/
Kau bilang lagi, bisa mencintaiku seperti yang aku mau.
Aku mendengus, menahan diri supaya tidak tertawa.
Betapa tidak, kau baru saja mengatakan hal yang tak masuk akal.
Cintalah yang melukaiku dulu,
Bagaimana mungkin kau bisa meyakinkanku bahwa kali ini cinta jugalah yang akan menyelamatkanku dari kesepian ini?
Aku membencimu.
Aku tak bisa menerima setiap perubahan yang terjadi dalam diriku saat bertemu denganmu,
Tapi kau seperti air,
mengalir begitu saja di dalam hidupku.
Dan sebentar saja, kau sudah menjadi bagian yang tak bisa kusisihkan dari hari-hariku.
Sebagian dariku tak siap tunduk begitu saja dibawah pesonamu.
Dan niatmu menyaru bersama senyuman dan tenang sikapmu.
Kau membiarkan aku menebak-nebak ke mana kau akan membawa hubungan ini.
Aku bertanya-tanya, dan tak bisa berhenti menyipit curiga ke arahmu.
Sampai suatu saat, kau membuka rahasia hatimu.
Kau ingin menggantikannya, dia yang sudah meninggalkanku/
Kau bilang lagi, bisa mencintaiku seperti yang aku mau.
Aku mendengus, menahan diri supaya tidak tertawa.
Betapa tidak, kau baru saja mengatakan hal yang tak masuk akal.
Cintalah yang melukaiku dulu,
Bagaimana mungkin kau bisa meyakinkanku bahwa kali ini cinta jugalah yang akan menyelamatkanku dari kesepian ini?
Catatan Musim
Aku tak ingin menganggapnya sebagai cerita paling sia sia.
Anggap saja ini adalah lembar penutup catatan senja.
Berpita manis seperti boneka berdasi yang terlukis di cangkir teh kita.
Mungkin kau hanya bunga trambesi yang datang dari masa perbungaan raya.
Menyinggahi penghujanku yang menderas memenuhi janji kemaraunya.
Kau hanya setitik diantara ribuan tetes,
seserpih diantara hamparan es,
sepucuk yang baru bersemi menemani embun dini tadi.
Sedangkan aku, terus menjadi musim yang berlari disayap waktu;
menerka isi hatimu, menantinya terbuka untukku.
Musim akan tetap bergulir,
dan aku terus menunggumu hadir meski harus menjemput ke belahan bumi yang lain.
Anggap saja ini adalah lembar penutup catatan senja.
Berpita manis seperti boneka berdasi yang terlukis di cangkir teh kita.
Mungkin kau hanya bunga trambesi yang datang dari masa perbungaan raya.
Menyinggahi penghujanku yang menderas memenuhi janji kemaraunya.
Kau hanya setitik diantara ribuan tetes,
seserpih diantara hamparan es,
sepucuk yang baru bersemi menemani embun dini tadi.
Sedangkan aku, terus menjadi musim yang berlari disayap waktu;
menerka isi hatimu, menantinya terbuka untukku.
Musim akan tetap bergulir,
dan aku terus menunggumu hadir meski harus menjemput ke belahan bumi yang lain.
Wednesday, July 1, 2015
kamu #6
Di sepanjang jalan ini
Aku masih berharap kehadiranmu
Menyapa diujung jalan
Sekilaspun tak apa
Aku tau, ada jarak yang terlampau jauh
Tapi aku tak menanggap mustahil untuk pertemuan kita
Aku akan tetap menunggu disini
Mungkin begini rasanya insan yang sedang merindu
Harapannya cuma satu
Yaitu, bertemu
Aku tak akan menyerah pada perasaan ini
Karena, baru kurasakan jatuh cinta pada seseorang dan tidak memandang apapun darinya
Murni, kuharap
Dan semoga akan tetap kekal perasaan ini
Karena kamu, inginku.
Aku masih berharap kehadiranmu
Menyapa diujung jalan
Sekilaspun tak apa
Aku tau, ada jarak yang terlampau jauh
Tapi aku tak menanggap mustahil untuk pertemuan kita
Aku akan tetap menunggu disini
Mungkin begini rasanya insan yang sedang merindu
Harapannya cuma satu
Yaitu, bertemu
Aku tak akan menyerah pada perasaan ini
Karena, baru kurasakan jatuh cinta pada seseorang dan tidak memandang apapun darinya
Murni, kuharap
Dan semoga akan tetap kekal perasaan ini
Karena kamu, inginku.
Subscribe to:
Comments (Atom)
