Dengarkan ini baik-baik,
karena aku tak yakin bisa mengatakannya lagi tanpa merasa malu.
Dibandingkan yang lainnya,
kesan pertamamu terlalu biasa.
Aku meremehkanmu saat pertama kali berjumpa di bawah naungan payung langit.
Tak ada yang istimewa.
Tapi belakangan..
Akupun menyadari ternyata lebih daripada itu.
Berpisah setelah terlalu terbiasa denganmu adalah sebuah siksaan.
Skelebat memori tentangmu saja sudah terlalu menyakitiku.
Ternyata, tanpamu aku tak bisa melihat warna.
Tanpa dirimu, hatiku menggigil tanpa hangatnya cinta.
Sekarang, giliranmu untuk menjawab:
seperti apakah artiku untukmu?
No comments:
Post a Comment